Selasa, 15 Desember 2015

Jalan - Jalan Ke Makassar (2-End) ~ Fort Rotterdam & Pantai Losari


Perjalanan di Makassar dilanjutkan dengan mengunjungi Benteng Fort Rotterdam yang berada di daerah area Pantai Losari. Mengutip dari Wikipedia bahasa Indonesia yang tercinta Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.
Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.
Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar.
Gue kesini sekitar jam 10an pagi waktu setempat, udara di Makassar udah panas banget jam segitu, pengunjung di Benteng udah lumayan rame, kebanyakan datang berkelompok gitu. Sebelumnya gue baca di blog kalo masuk benteng ini gretong alias gratis, pas kesana ngelewatin gerbang masuknya kita disuruh ngisi buku tamu, dari nama, alamat sampai asal dari mana, trus yang jagain buku tamu ngomong minta sumbangan untuk kebersihan dan pembangunan benteng, sempat membeku gitu sih dimintain uang dengan judul ala2 begitu tapi gue berharapnya semua uang yang masuk ke kas mereka setiap hari bener2 dipake buat benteng, gak buat rokok dan lain2.
Kesan pertama masuk kesini rada serem, hehehehe….bangunannya masih Belanda banget. Jadi bentuknya square gitu, bangunan yang kayak rumah2 orang jaman dulu, ada yang penjara juga, kemudian ada museum yang namanya La Galigo membentuk persegi. Di tengah2 ada lagi bangunan lebih tinggi dari bangunan sekelilingnya, terkunci ya! Gak bakal bisa masuk. Ada gerbang buat ke sisi atas benteng ini, semuanya serba batu, berani jamin, 90% bangunan di Fort Rotterdam masih asli.














Di depan bangunan Fort Rotterdam ada patung pahlawan nasional Indonesia yang terkenal sekali, Sang Ayam Jantan dari Timur Sultan Hasanuddin sedang menunggang kuda. Ada juga tulisan gede FORT ROTTERDAM, sayang udah penuh coretan tangan2 jahiliyah manusia2 gak ngerti keindahan. Oh Indonesia ku~




Dari Fort Rotterdam kita ke arah kiri menuju kawasan Somba Opu, nyari oleh2? Kumpulan toko2 emas? Minyak2 urut? Disini sarangnya. Lokasinya kurang lebih kayak pasar baru di Jakarta, memanjang lurus, sayang gak ada atapnya jadi jalan kakinya drama sekali, panas booooook. Mungkin karena cuaca yang panas, kesannya jadi jauh, padahal kalo dibandingin waktu di Korsel beberapa waktu lalu, jalan segini mah gak ada apa2nya.
Di daerah Somba opu, gue, adek sama Ibu sempat beli beberapa titipan orang2 di Kalimantan, macam sirup Markisa dan snack2 khas dari Makassar. Syukurnya kita berhenti di toko yang pas, karena banyaknya toko oleh2 disana, milihnya harus hati2. Harga yang diberi ke pembeli bisa beda2, ngeliyat 1 toko yang rame akhirnya kita masuk, bener aja, kaos yang biasa dijadiin oleh2 aja harganya Rp. 38.000, kainnya bagus, sablonnya oke, paling gak kalo gue bandingin dengan kaos yang pernah gue beli di daerah monas Jakarta hehehehe. Gue juga beli sirup markisa 2 botol ukuran sedang yang harganya kisaran 60.000-an, adek beli kopi asli toraja sama cokelat, Ibu beli kupu2 untuk hiasan di dinding, 1 frame isinya bisa sampai 6 kupu2 harganya Rp.60.000, sorry yang ini namanya eksploitasi, apa daya, Ibu2 dikasih tau juga gak mempan, kebelilah sampe 2 frame. Gue juga beli miniatur kapal phinisi khas Makassar harganya cuma Rp. 15.000 dan uniknya lagi yang jualan bukan orang Makassar hahahaha.
Dari toko oleh2, kami lurus lagi, gak kerasa udah jam 1 lewat dikit, nyari makan siang. Tanya sama orang2 dimana kawasan kuliner yang terkenal itu, karena letaknya memang di depan anjungan pantai losari, orang bilang lurus aja, oke tancap. Rekomendasi banyak orang, alangkah afdolnya kalo ke Makassar dan makan siang di Rumah makan Lae-lae. Finally, sampai di pertigaan yang lumayan gede, kita belok ke kiri (masih jalan kaki lowh ya) karena kalo ke kanan kita bakal nangkring di pantai losari. Ketemulah RM. Lae-lae yang terkenal itu, banyak mobil2 terparkir, pas jam makan siang ternyata penuh sekali beibeeeh. Alurnya adalah, pertama cari meja dulu deh biar kebagian, setelah itu baru ke meja depan, jangan semuanya pergi, separuh jagain itu meja separuhnya pergi mesan, kalo gak itu meja bakal diambil orang, waktu itu kami ber 3 mesan udang bakar, pepes telur ikan (gue lupa nama ikannya apa), cumi2 bakar dan cah kangkung.
Sekitar 15 menit, jadilah semua, yang sebelumnya datang adalah air kobokan, 3 jenis sambal yang semuanya enak, sama minuman. Dari semua makanan yang dipesan gak ada yang gak enak, cumi bakar tanpa bumbu pun enaknya masya Allah, kemudian pepes telur ikan, sebenarnya gue rada gak tega karena lagi2 ini eksploitasi, tapi sumpah ini enaknya sampe ke ubun2, berdoa nya semoga pas balik kesini lagi gue gak tergoda beli itu telur ikan. Makan disini jangan banyak cincong ya, jangan lama2 karena disini orang makannya ngantri. Sampai di kasir, Ibu bayarnya 300.000 dolar..toeeeng…gak ding, Rupiah dan menurut gue itu seharga dengan pelayanan dan rasa yang mereka kasih ke kita. Gue rasa gak cuma di Makassar, masih banyak daerah di Indonesia yang menipu masyarakatnya sendiri. Kalo kita ke daerah tertentu dan kita ngomong pakai bahasa Indonesia fasih, alamat…..nasib loe buat ditipu sama masyarakat sana bakal 100%  terjadi, dan ini sering gue alami kalo jalan2 ke daerah Indonesia tercinta ini. Di hari sebelumnya aja, gue sama adek merelakan diri di tipu supir Taxi, dari TSM menuju pulang, harusnya  kita cuma bayar taxi sekitar 23rbu, tapi sepanjang jalan, supir ngajak kami ngobrol, gue jawabnya udah pake logat Makassar banget apa daya adek gue yang mulutnya kaku sama bahasa daerah bikin kita ketahuan kalo kita memang bukan masyarakat yang tinggal disana (karena numpang lahir disana aja itu bukan cukup bukti), alhasil kita harus bayar seharga 57 ribu, itu pun setelah gue tegur supirnya (dan harus pak logat sono), itu baru satu kejadian, waktu dalam perjalanan kami ke Kota Makassar, sempat singgah makan di salah satu Rumah makan di daerah Pare-pare, cuma makan udang 1 piring kecil, ikan bakar 2 potong dan ayam bakar, Ibu harus bayar 500rbu-an, gilaaa….padahal kalo dibanding sama RM Lae2, gak ada apa2nya. Pelajaran aja sih, lain kali kalo memang pada niat jalan2 keliling Indonesia, mending bawa teman atau keluarga yang memang fasih banget sama seluk-beluk daerah yang kita tuju, karena ini Indonesia!!




Telur Ikan yang rasanya maknyyoooossss

Selesai makan, maksud gue kita langsung ke anjungan pantai Losari, karena menurut gue, tengah hari bolong gitu adalah waktu yang tepat buat kesana, mumpung sepi. Gue niat banget motoin huruf PANTAI LOSARI, BUGIS, dan MAKASSAR dalam keadaan utuh, bukan dengan kerumunan orang disana-sini, maklum aja anjungan ini kalo udah sore bakal jadi lautan manusia dan penjual. Pusat aktivitas orang di kota ini bakal pindah ke pantai ini semua. Sayang Ibu sama adek udah lelah dan kekenyangan, akhirnya pulanglah kami dan berencana balik sore hari.
Setelah shalat Ashar, sesuai rencana kami semua balik ke pantai losari. Bener aja, manusia dan penjual udah nangkring di sepanjang sisi anjungan. Pantainya memang lebih indah di sore hari, matahari yang mau terbenam jelas terlihat di pantai ini, di sisi pantai sudah dibangun tembok2 semacam turap sebagai pembatas, tapi ada juga yang masih terbuka, yang ini buat mangkalnya kapal2 motor untuk wisatawan yang mau berkunjung ke pulau2 kecil yang berada di tengah2 laut sono yang salah satunya adalah pulau Samalona. Gue gak sempat  kesana, selain waktu yang terbatas, uang juga salah satu kendala. Nyebrang ke Pulau Samalona harus pake speed boat dan tarifnya dari 300.000-500.000, masih gak kuat gue kalo harga segitu huhuhuhuhu…Samalona, next time ya.
Lanjut ke pantai losari, tujuan utama gue kesini sesungguhnya adalah pisang epe, makan pisang epe disini katanya wajib. Penjual pisang epe disini ada bejibun, ada di sepanjang jalan penghibur termasuk sampai di depan Fort Rotterdam. Pisang epe itu adalah pisang yang dibakar (pisangnya masih dalam keadaan setengah mateng) di atas bara api kemudian dipipihkan (epe : jepit) pake penjepit, kemudian dibakar lagi sedikit, selanjutnya dikasih topping. Topping sendiri macam2, ada original, ada cokelat, ada keju atau cokelat keju. Apa itu original? Topping original itu adalah gula merah cair dengan khas aroma durian. Waktu itu gue beli yang original sama yang keju, gak ada yang gak enak, semuanya enak dan bikin nagih, apalagi pisangnya gurih karena memang masih setengah mateng kan ya. Harga nya kisaran 10.000-15.000 kayaknya tergantung toppingnya, 1 porsi ada yang ngejual 2-3 biji pisang. Kuliner yang ini hukumnya wajib!!!! Heheheehehe~





Pisang Epe 

Di Makassar gue akuin jagonya masalah makanan enak, gue pribadi lebih suka jajanan nya, kayak Jalang kote, es pallu butung, es pisang hijau, pisang epe, putu cangkir dsb. Kesemuanya gak ada yang gak enak, bersyukur punya Ibu yang bisa banget bikin Jalang kote dan pallu butung, meski merantau di Kalimantan kami sekeluarga masih bisa menikmati. Sayang pisang epe favorit belum ada yang jual disini, sedang es pisang hijau, disini udah bnyak banget tapi harganya yang 3x lipat dengan harga di Makassar.

Berakhir liburan di kota kelahiran tercinta, masih banyak banget tempat yang belum didatangi, kendala posisi mereka yang jauh2 dan harus berkendara 3 jam lebih menjadi perhitungan tersendiri. Semoga umur panjang, murah rezeki, sehat wal afiat, gue bisa balik lagi di kota Kece ini dan datangin tempat2 wisata macam Samalona dan Bantimurung. Aamiiin~ 

Minggu, 13 Desember 2015

Jalan-jalan ke Makassar (1) ~ Trans Studio Makassar

Sebelum ngeposting tentang Korea lagi, gue sebagai warga Indonesia yang Insya Allah mencintai Negara ini sepenuh hati bakal share tentang Tanah air sendiri dulu, biar postingannya beraneka ragam beraneka macam meski kesannya dipaksakan kkkk~
Pulang Kampuuuuuuuuuuung~
Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu masih di tahun 2015 ini bisa nyempatin pulang  kampung ke Makassar, kota yang dulu namanya Ujung Pandang ituuuu. Ibu kota Sulawesi Selatan ini termasuk salah satu kota terbesar juga di Indonesia, gue setuju sekali, kalo mau disamain sama Jakarta, Makassar udah nyaris banget miripnya, macet? oke! Panas? oke ! mall nya banyak? Oke !, gue yang notabene lahir di kota ini sebenernya banyak gak pahamnya dengan jalan di kota ini, karena dari umur 4 tahun udah pindah ke Tenggarong di Kalimantan Timur, maafkan kalo disini gue malah kesannya jadi sok turis di kota kelahiran sendiri. Hahahaha~
Kemana kita??? Gak banyak destinasi yang sempat didatangi, karena sebenarnya selama pulang kemaren banyakan ke tempat Nenek dari Bapak gue yang berada di Kota Enrekang, lumayan 7-8 jam naik mobil kira2 ampe bokong rata hehehehe..
Ok…start~
Tujuan pertama saat tiba di Makassar gue sama adek langsung ke Trans studio Makassar. Trans Studio Makassar adalah taman hiburan indoor terbesar ke-2 di Indonesia setelah Trans Studio Bandung. Di atas lahan seluas 2.7 Hektar. (Cr: Wikipedia)

Ngeceng di depan TSM

Di depan pintu masuk TSM

Pemandangan pertama setelah masuk TSM 

Masuk ke trans studio Makassar ini pake trans studio pass, bentuknya kayak kartu ATM gitu, karena ini kedua kalinya gue kesini, gue gak musti beli itu kartu lagi, kita tinggal beli “saldo” harganya Rp. 100.000. kalo baru pertama kali kesini dan belum punya Trans studio pass berarti Anda semua beli dengan harga lebih yang gue lupa harganya berapa hehehehe, ini kartu berlaku seumur hidup, jadi kalo udah beli jangan sampe hilang, paling gak selama Trans Studio Makassar dan Bandung masih ada. Harga seratus ribu gak sia2, karena sampainya di dalam nanti kita bisa main wahana yang ada sampai mati alias sepuasnya selama itu theme park masih buka. Enam wahana utama TSM adalah:
1.      Bioskop 4D
2.      Jelajah
3.      Dunia Lain
4.      Dragon’s tower
5.      Magic Thunder Coaster
6.      Kid’s Studio
Sisanya macam Mini boom-boom car, Baloon house, Si Bolang, Safari Track, Sepeda terbang, Putar petir, dan lain2 (silahkan gugling sendiri yak ^^)
Di kali kedua ini gue gak banyak naik wahana, gak seperti waktu pertama kali. Yang pertama karena factor usia, yang kedua factor umur hahahaha. Waktu kesempatan pertama kesini gue sempat naik Mini boom-boom car, yang maen tabrak2an mobil gitu lah yaaa yang nabraknya kebanyakan pake unsur disengaja, kesempatan kedua kesini udah gak niat main wahana ini, malu sama kerutan di wajah. Masih di kesempatan pertama, gue juga sempat main Safari track, wahana nya lebih cocok buat anak2 sih menurut gue, disini kita bakal naik kereta, trus diajak keliling ngelewatin binatang2 mainan kayak yang ada di safari sono macam Hyena, macan tutul, babi hutan, zebra dsb. Pas kereta udah mau sampai ke garis finish, dari sisi kanan bakal ada phyton gedeee yang keluar kayak mau nimpa kita, disitulah tiba2 kita di jepret, yang hasil fotonya nanti bisa diliyat pas mau keluar dari area wahana itu, kalo eksresi loe sekiranya terkejut berlebihan mending gak usah diliyat, soalnya yang jagain itu foto cowok2 cakep, rusak citra Wanita Indonesia.
Selanjutnya magic thunder coaster, yah nama umumnya roller coaster lah ya. Track nya memang gak panjang2 amat, muternya dua kali dan tikungan cukup curam dan menurut gue itu cukup banget. Dua kali kesini dan gue selalu naik wahana yang satu ini. Kalo ngeliyat track nya doank sih gak bakal takut, tapi sekali naik….ayat2 suci bakal terucap. Duduk, diputer2, mlintir2 tanpa ampun, mana cepatnya bukan main, ini saran banget buat yang ragu, please jangan coba2 deh ya.
Dari Thunder coaster kita ke Dragon’s tower, ini tingkat kengeriannya 100 kali lipat dari Thunder coaster tadi, gue ingat banget di waktu kedua gue kesini, gue sampe keringat dingin dan rasanya mau pingsan. Umur..oh umur…dan gue memang gak sehat2 banget waktu itu. Bersyukur Allah masih melindungi. Di wahana ini pengunjung yang jumlahnya 10 orang duduk melingkar, gak lama kita semua diangkat pelan2 sampe semua isi TSM keliyatan, diangkat aja belum cukup, sambil diangkat kita juga sempat diputer2 sedikit tapi gak sampe 360 derajat, udah sampe di puncak tower pengunjung “dibuang” , “dihempas” atau apalah itu bahasanya sampe ke titik tengah tower, dinaikkan lagi sedikit kemudian dihempas lagi nyaris ke titik awal, naik lagi buang lagi, masya Allah, entah berapa kali gue lupa, jangan tanya tinggi tower berapa, gue ingatnya tinggi aja pokoknya, banyak2 zikir, mikir juga penting, kalo ragu mending gak usah, daripada pingsan.
Ada pula putar petir, yang ini gue gak naik, gue gak suka wahana yang muter2 gitu, terlalu jelas dan memusingkan, Cuma adek gue yang sempat main itu. Duduk berdua, trus di jungkat jungkit dengan sadisnya tapi sambil muter *uuuuuwwweeeeeeeek* .
Theme park kalo gak ada rumah hantunya gak seru, kalo di TSM namanya dunia lain, yang ini gue sempat nyoba, menurut gue gak serem2 amat aahhh, ini pun gue coba pas pertama kali kesini, di kali kedua udah gak karena mengingat pengalaman pertama yang ternyata gak serem2 amat. Isi nya kebanyakan boneka, cara mereka ngedandani itu boneka2 itu apik sih, tapi ada beberapa yang jaraknya terlalu jauh sama pengunjung yang notabene ada di kereta bukan jalan kaki.
Jelajah, yang ini kita bakal naik perahu, trus perahunya jalan menyusuri sungai buatan, di sepanjang perjalanan akan ada suara2 khas hutan, suara gemericik air, kita juga lewat gua dan setelahnya nanjak kemudian meluncur bebas…byuuurrrrr sempat basah dikit. Asyik sih menurut gue kalo wahana ini.
Giant swing, wahana ini baru gue liyat baru kali ini, dulu belum nemu apa memang gak keliyatan ya entahlah. Yang ini, BIG NO….gue gak minat sama sekali, lagi2 adek gue doankz yang naik. Ini wahana gue rasa terngeri kedua setelah dragon tower atau yang pertama?. Pengunjung duduk melingkar lagi di kursinya masing2, trus diayun ke kiri ke kanan, sambil muter2 itu, hempas sana..muteeer…hempas sini…muter, ayunan nya mengerikan. Kayak posisi jam 3 pas dan jam 9 pas, jarum pendek itu sebagai posisi pengunjung, diayun kesana kemari, pake muter2. Adek gue pun pucat dibuatnya, dia cerita kalo berasa jiwanya udah gak nyatu sama raganya wahana ini dia akui sebagai yang terngeri!!!
Selanjutnya, Science centre…waktu gue kesini banyak turis isinya. Mereka pada nyoba semua simulasi yang ada di science centre ini, yang memang isinya berbagai macam alat peraga.  Ada corner yang khusus untuk percobaan kimia, sayang gak ada yang jaga, tutup! yang paling rame di kerumunin pengunjung adalah tidur di atas paku atau kasur paku?, yang memang beberapa waktu lalu sempat tayang di TV. Gue gak sempat nyobain, males ngantrinya hehehehe~
Terakhir adalah Grand ‘Esia” studio view, semacam  komedi putar gitu, letaknya tepat lurus dari pintu masuk. Semua wahana disini wajib antri ya, termasuk komedi putar ini. Katanya naik ini biar bisa liyat isinya TSM secara menyeluruh dan bener aja, memang kalo udah sampai di puncak semuanya keliyatan dan gak perlu takut buat di hempas dari titik tertinggi macam dragon’s tower. Kalo mau foto2 juga disini yang paling rekom menurut gue, karena memang santai banget kan.

Science Center
Adek siap naik Giant Swing





Pemandangan dari komedi putarnya TSM
Ada tempat makan di dalam TSM, tempat nongkrong lebih banyak menurut gue. Gak kayak dulu yang penuh cafe2 kece, sekarang TSM gak nyediain banyak tempat makan, makanya gue bilangnya ADA. Tempat shalat nya bersih, wc nya bersih, yang paling penting pegawainya ramah2.

Pertama masuk tempat ini, rada kecewa karena ternyata gak gede2 amat, pas udahan kelilingnya malah nganga sendiri, 3 jam aja gak cukup buat ngelilingi dan main wahana disini. Kalo ke Makassar ini Must Visit banget, kalo mau ngilangin stress, kesini aja, banyak tempat teriak. Buat anak2 alay juga cocok, banyak tempat foto, karena memang desainnya keren2. Kalo pas beruntung mereka juga sering ngadain show performance, drama musical, bahkan kemaren ada acara sirkus dari luar negeri yang tampil di TSM. Gue gak nonton, akibat perut lapar, kaki lelah, hati sudah tak kuat. Caaaaaaaaaaawwww~

Sabtu, 21 November 2015

Flight To Korsel_Seoul (Myeongdong & Dongdaemun) *FINAL*

Cerita sedikit tentang Myeongdong, myeongdong??? anak gahooolll gila, ke Seoul gak mungkin kalo gak ke Myeongdong, daerah anak muda yang penuh toko2 kosmetik dan brand bermerk, markas nya street food, juga street performance. Myeongdong memang jadi salah satu tujuan wajib turis!. Ke Seoul?? Loe wajib ke Myeongdong tinggal naik Subway turun di Myeongdong station (Line 4 ext 3). Hari sebelumnya Di Myeongdong gue sempat belanja di underground shopping centre nya yang sudah terkenal itu, gue beli kpop stuff dan beberapa album penyanyi favorit. Harganya??? Jaaaaaaaauuuuuuh lebih murah daripada online shop di Indonesia, gue lebih kaget dengan album kpopnya, selisihnya bisa sampai 150ribu gilaaaaaaak.
Di Myeongdong juga sempat nonton street performance, gak tau temanya apaan mereka pada pake topeng2 aneh trus ada DJ nya juga, aur2an laaaaah. Jajan2 ria, beli2 baju yang lucu2 buat oleh2 duuuuuuuuuh, jebol kantong kalo ke Myeongdong. Syukurnya lagi Winter, jadi baju yang dijualin juga 70% temanya winter, jadi gue pribadi cuma beli baju rajut yang masih “pantas” dipake kalo di Indonesia musim hujan hahahaha~  di kesempatan kedua ini, gue balik lagi buat beli baju dan beli kosmetik di Nature Republic di Myeongdong, Inge juga smpat beli gelang disana. Karena udah malam, kita gak sampe keluar dari Underground shopping centre nya, gak seperti malam sebelumnya yang kita sampe nangkring di Starbuck, lagaknya….sok gaul hahahaha

Myeongdong padat merayap



Street Performance di Myeongdong

Kejadian unik pas kita beli kosmetik di NatRep, selese beli, kita nyebrang di toko seberangnya yang cuma berjarak 3 langkah, karena memang jarak toko di underground shopping centre deket2. Niatnya beli ikat rambut, gelang dsb…yang jual om2, b.ing nya lancer sekaliiii. Pas udah mau bayar, si Om ngomong “mau beli apa lagi?” pake b.ing loh yaaaa, lumayan gue ngerti dikit2 hehehe, trus gue tb2nya ngeliyat mini standee nya Kris (ex-EXO) yang dipajang di toko itu, mini standee itu bonus kalo loe beli kosmetik Natrep dengan nominal tertentu, ntar sama penjualnya tinggal dsuruh milih mau member EXO yg mana? Selain standee juga ada kalender meja, ada poster ukuran A4 sampe ke poster jumbonya. Jadi kayak promosi kan, lanjut….setelah ngeliyat mini standee tadi gue nyeletuk kalo gue mau itu, edodoeeeeeeee tak disangka si Om ngomg “Ok, I’ll give u for free” buaaaaaaakkkkkk, gila, keisengan berbuah manis, itu Kris langsung dimasukin plastic sama dia. Trus si Inge nampang muka gak percaya, ya gue juga sebenernya, sambil qt bisik2 coba aja disitu standee nya chanyeol, mungkin bisik2 tetangga itu kedengaran sama dia, mukenye dia langsung aneh, trus gue sahutin kalo temen gue juga mau yang kayak gitu (gak tau maluuuu!!!) Om nya ngomong, “I wanna tell u something, please keep it in secret” gue ya iya2 aja, apa deh ya niy orang pake rahasia2 segala, gak lama ngomong lagi “follow me” masih bingung kita, akhirnya ikutin aja, eh, dia nyebrang ke toko Natrep trus berdiri di meja kasir. Gak lama dia ngomong lagi “promise me, keep it in secret” gue bales Yes2 aja, gak lama dia ngeluarin gulungan kertas putih ukuran A4 dari bawah meja, belum sampe di atas meja, si Om ngomong sambil mkir “uhmmm..No..no..no” dimasukkin lagi sama dia, trus akhirnya malah ngeluarin gulungan kertas putih gedeeeee seraya berkata “for u” ….kyaaaaa gue ambil kan, trus dia ambil lagi “and for ur friend” jedddaaarrrrrrr…poster gratis boooooook, meski gue bukan EXO-L tp dapet gratisan tetep aja seneng. Gue sama Inge ya kayak jadi EXO-L yang dapet poster, loncat2 gak karuan sambil teriak2 sok kecewe2an, hahahaha. Gak cuma itu seingat gue juga, si Om sempat ngasih mini standee ke Inge, Chanyeol apa yak, lupa gue tapi kayaknya iya hahahaha. Jadilah malam terakhir di Seoul itu kita panen gratisan, dan gue baru nyadar ternyata itu om yang punya toko NatRep juga, hanya saja waktu gue belanja bukan dia yg jadi kasirnya, beliau juga sempat promo toko aksesoris yang berada di blok sebelah, trus pake ngancem katanya kalo ke Myeongdong lagi kudu mampir kesitu. Sayangnya, April 2015 saat gue balik kesana, kesemua tokonya udah ganti pemilik dan barang jualan. Gak sempat tanya nama, gak sempat foto bareng, kita cuma bilang makasih. Semoga dimurahkan rezekimu ya Om~
Dari awal postingan gue baru ingat ada yang ketinggalan, Dongdaemun. Kita bertiga sempat ke Dongdaemun, itu katanya daerah 24 jam, banyak mall2 disana bertahan buka sampe subuh. Waktu kita bertiga jalan itu udah mau jam 10 apa rasanya, niatnya mau beliin temen sekamar yang dari Busan itu, namanya Eun Na dan Eun Jae, gak sodaraan lowh ya. Orangnya baik2 banget, walau inggrisnya terbata2 tapi jawaban dari omongan kita pasti dia jawab. Ceritanya malam itu malam terakhir mereka di Seoul, dan baru malam terakhir itu kita ber5 bisa makan bareng di dapur GH. Mereka berdua sempat beli snack sama minuman bersoda gitu buat diminum sama kita ber 3, akhirnya Yeyen masakkin mereka Indo*ie dan buatin Mi*o. kita juga nawarin mereka abon ikan, dan reaksinya??? Luar biasa, itu mangkok mie, bersih, gelas susu nya juga bersih, katanya mie nya enak gak seenak mie korea hahahaha *bangga*. Kesian pas mereka makan abon, gak percaya kalo itu ikan, trus agak gak tahan sama pedesnya orang Indonesia, tapi mereka tetap makan, super enak katanya. Dari situ ngobrol2 banyak hal, utamanya acara2 korea, dan mereka kaget, kami bertiga segitu taunya dengan acara2 korea dan artis2 korea, apalagi gue dan Yeyen sedikit2 bisa bahasa korea biar kata seujung kuku. Sesekali Eun Na megang hp buat pake tranlate-an kalo dia mau nanya ke kami, so cute. I miss U girls~ hope to see u again ^^
Snack imut dari Eun Na & Eun Jae

Melanjutkan dongdaemun, karena udah malam dan dingin yang luar biasa, kita hanya sempat ke Doota mall (Dongdaemun Station Line 4 ext 8, nyebrang jalan dulu trus jalan kaki sekitar 130m), kenapa disini? Sebelum berangkat gue sempat baca blog katanya di mall ini tepatnya di lantai 5 ada toko oleh2 khas korea dan salah satu yang jual orang Indonesia. Bener aja, baru juga di escalator, udah ada yang neriakin “wuah..Indonesia….Indonesia”, yang neriakin orang korea tapi, tinggi, dadanya bidang pake kaca mata. Ih, koq tau dia kita org Indonesia?. Terusannya, dia manggilin temennya yang orang Indonesia itu, akhirnya ketemu juga. Sambil perkenalin diri, dan gue lupa namanya, yg orang Korea ikut2an nimbrung, pake bahasa Indonesia pula dia, dan menggunakan ejaan yang disempurnakan, lucu dengerinnya. Sempat2 ngobrol, ternyata tempat dia kerja itu bakal istirahat kalo udah jam 5 subuh, dia juga tinggalnya jauh dari Seoul, harus berapa kali ganti kereta. Ngomongnya dia “loe-gue” gitu, pikir gue orang Jakarta, ternyata org Sumatera. Sambil kerja sambil sekolah juga dia, sekolah bahasa Korea gitu lah, sempat nawarin gue, sampe dijelasin sistemnya, ntar tinggal di asrama, makannya udah ada, biayanya? Itu yang jadi masalah….muahaaaallll bangetz, gak sanggup lah ya~
Ngomong2 yang orang Korea tadi sempat nanya ke gue sama Inge “Kenapa tau saya orang korea? Kenapa? Muka saya Indonesia?” pala loe peyang…muka Indonesia, jelas2 dari segi kulit bedanya ama gue udah tak tertandingi, mata loe juga dipandang dari mana pun tetep aja sipit, gak kayak gue membelalak. Tapi gue gak jawab gitu sih, itu hanya isi pikiran gue sekilas, gue jawab aja, mukanya beda, kalo orang Indonesia mukanya gak kayak dia. Trus dia nanya lagi sambil nunjuk Mas Indonesia itu “kenapa tau dia orang Indonesia? Dia Cina” ya memang Mas Indonesia itu sedikit sipit sih,tp tetep aja bau badannya bau singkong, gue gak jawab gitu ya, gue sahutin lagi “Tau, karena beda sama kamu” dianya ketawa, entah ngerti apa gak kata2 gue.
Di sini gue gak belanja banyak, karena disamping gue udah beli oleh2 di Insadong duit juga udah terbatas, sempat beli tas doank, sama washlap buat gosokin badan pas mandi. Sampai di kasir, si Korea dampingin lagi sambil ngomong “bisa bawa?” gue jawab “bisa” yang ngitung Ibu2, sepertinya yang punya toko. Karena Yeyen beli rumput laut beberapa bungkus jadi kesannya belanjaan kami besar2 dan banyak, padahal gak sama sekali. Sama Mas Korea langsung dikasih tas hitam gede trus ngomong “saya simpan disini, mudah bawa” rada gatel telinga gue denger dia ngomong, lidahnya yang cadel bikin gue geregetan, gue juga akhirnya ngomong sama dia macam orang baru belajar..tsk…tsk…tsk. udah dihitung semua, sempat di diskon 3000won sama si Ibu, trus dia bilang makasih, gue bales makasih balik. Si Mas Korea juga bilang makasih, sambil bilang hati2, buset…dia ngerti “hati2” hahahaha akhirnya dadah2an kita dari situ kemudian kita cari baju buat Eun Na sama Eun Jae, meski gak seberapa mudah2an kesannya sampe ya, niat kita tulus.
Sampai di GH, Eun Na sama Eun Jae masih sibuk ngotak ngatik hp, Yeyen sempat negur biar mereka tidur cepat, karena besok mereka harus balik ke Busan pagi2 sekali. Rencana ngasih mereka baju baru dilaksanakan keesokan harinya. Kami pun tidur kelelahan~
Keesokan paginya, gue liyat udah jam 07.30 tapi Eun Na sama Eun Jae belum check out, sekilas gue liyat pada saat masih berbaring Eun Na ngeliatin ke ranjang kami terus, gue ngerti…kayaknya mereka mau pamitan tp gak berani bangunin kami. Akhirnya gue bangun dan bangunin Inge kemudian Yeyen. Disitu juga kami akhirnya ngasih baju semalam, mereka nerima penuh haru, mereka bilang orang Indonesia baik2 hehehe. Eun Na ngasih selembaran ke Yeyen, ternyata surat kecil yang dia tulis semalam, dengan b.Ing terbata2 tapi lucu banget, intinya ucapan senang bisa berkenalan. Kemudian di kertas yang lain Eun Na nulisin translate dari Inggris ke korea buat kita bertiga, dari ucapan sederhana semacam terima kasih, sampai ke bahasa koreanya “terima kasih sudah melahirkan Yoseob” maklum, malam sebelumnya Yeyen nanya ke Eun Na bahasa koreanya apa, niat nya pengen disampein pas ke Seokgye, apa daya bukan mama tapi Bapak nya Yoseob yang ada.

Setelah itu, mereka langsung buru2 ke bawah, sempat balik lagi karena lupa nyabut seprei, yupz, aturan YB klo ud mau check out, seprei, handuk sama kunci dibalikin lagi ke resepsionis. Sayang banget baru bisa akrab di malam terakhir, Eun Na~ aaaaaa, Eun Jae~ aaaa L

We Miss u Eun Na &Eun Jae

Cerita di hari terakhir sedikit menegangkan, kita... bukan…Yeyen maksudnya yang biasanya bangun duluan di hari itu telat bangun. Gue, yang semalam niatnya masang alarm malah langsung tewas, alhasil kebangun nyaris jam 5 lewat langsung lompat dari tempat tidur, udah gak sempat mandi, sikat gigi juga syukur, langsung beberes. Kita yang tak satupun tau jarak antara Seoul ke Incheon berapa lama ya wajar saja panik bukan kepalang. Yeyen bahkan sempat Tanya turis Jepang yang sekamar dengan kami bagaimana biar kami bisa sampai di bandara tepat waktu, dan Mba Jepang pun ngomong pilihan terbaik ya naik taxi, duh mana duit udah abis2an. Akhirnya karena panic, kami gak sempat nyopotin seprei, Mba Jepang yang bantuin kami waktu itu, dia rela nyopotin nanti yang penting kami berangkat aja dulu.arigatoooo~
Keluar GH lari menuju jalan raya besar, untungnya ada taxi, kami langsung ke Seoul station, dari situ kami langsung masuk, nanya ke bagian Informasi bus ke Bandara dimana? Disuruh lah kami keluar di tempat nunggu Taxi waktu pertama kami datang. Berdiri disitu 15 menit Bis nya gak datang2 juga, kita udah panic apalagi Yeyen. Gak seberapa lama, ada bapak2 negur kami, ternyata beliau mau Ke Bandung, rada gak percaya, Bandung? Fasih banget dia nyebut. Kami ternyata di penerbangan yang sama, akhirnya si Bapak cerita kalau dulu juga pernah kejadian dia nunggu Bis ke Bandara tapi gak datang2. Akhirnya Bapak nawarin buat naik Taxi aja, Yeyen sempat jelasin masalah keungan kami, maklum naik taxi butuh 60.000won. si Bapak akhirnya ngomong nanti biar dia yang 30.000won nya, kami masing2 10.000won. Thanks God, di awal dan akhir perjalanan kami selalu ada yang bantu.
Di taxi kami bertiga cuma bisa diam, belum lagi Yeyen yang ketindih koper. Bayangin aja, naik taxi, 4 orang, semuanya habis liburan, mana cukup bagasi pak supir. Gue cuma bsa natap nanar sepanjang perjalanan, duh…gak lucu sampai ketinggalan pesawat. Sempat dengar si Bapak ngobrol sama si Supir, kalo dia di Bandung lagi kerja. Awalnya Cuma baru ngelamar coba2 eh malah langsung diterima trus langsung disuruh kerja. Siapa juga yang ngeraguin cara kerja orang Korea kan? Wajar aja langsung di terima.
Sampai di Incheon International Airport dalam keadaan mengantuk, semakin kacau ngeliyat suasana bandaranya…..gedeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee banget, luas banget, dimana2 manusia, untung ada si Bapak yang nolongin, dari ngambilin kereta buat barang2 sampe nyariin counter check-in nya kita. Rada durhaka, diliyat dari segi umur udah jauh beda, si Bapak rambutnya udah putih semua, hey…..ada apa dengan bapak2 berambut putih?.
Di counter check-in akhirnya kami pisah, bukannya apa, penerbangan boleh sama tapi class nya beda..hing, si bapak di kelas bisnis wow. Gue, Inge dan Yeyen? Silahkan menikamati layanan tiket promo. Sebelum pisah, si Bapak sempat ngomong buat ngajakin ketemuan lagi nanti, apa daya sampai masuk ke ruang tunggu gak ketemu2. Pada saat penerbangan, akhirnya gue ketemu lagi, entah dia nyariin atau gak sengaja ketemu, dia jalan lurus dan ngeliyat dia, gue langsung senyum sambil nundukin kepala. Dia nanya udah makan belum? Gue jawab udah (iya, makan “chocobar”), trus dia bilang nanti kalo udah mendarat, tungguin di bawah, kita ketemuan lagi sebelum dia terbang ke Bandung, gue ho’o2 in aja. Gak lama di pergi lagi.
Mendarat kembali di LCCT, kita bertiga sempat celingak-celiguk, tapi gak ada ketemu sama si Bapak. Sampai kita nangkring binal di Food Court tetap gak ketemu, belum sempat ngucapin terima kasih. Kirim do’a dari sini Pak, ahjussi, apalah itu, thank you so much, really…semoga sehat, panjang umur dan murah rezeki. Terima kasih banyak bantuanmu ^^
Akhirnya berakhirlah liburan Winter di Korea, dari LCCT kami menginap semalam lagi dan terbang ke Balikpapan keesokan harinya. Thank you so much Yen, Nge, buat pengalaman yang luar biasa ini. Kemana pun gue pergi berlibur, Winter kita ini tetap yang special, terlepas dari Yeyen yang sempat kehilangan tasnya pada saat pulang menuju Balikpapan (syukur langsung ketemu dan kembali ke tangan yang punya), ada kisah2 yang gak ada habisnya tiap kita kumpul2 lagi.
Semoga bisa ngepost liburan berikutnya~
Anneyooooooooong~~~~

Jumat, 20 November 2015

Flight To Korsel_ Seoul (Kpop Agency, Namsan Tower dan Trick Eye Museum)

Kali ini temanya KPOP2an…bangunnya tetep pagi2 sama kayak hari sebelumnya, karena hari ini gue bakal ikutan 2 temen gue yang notabene adalah penggemar boyband beast ini buat ngunjungi restaurant salah satu membernya yaitu Yang Yoseob. Restaurantnya di daerah Seokgye, tinggal naik subway menuju Seokgye Station (Line 6 ext 2), keluar lurus aja dan restaurannya pun keliyatan karena memang gak jauh dari ext 2 tadi. Restaurannya buka jam 11 dan kami tiba disana belum jam 11, jadi si ahjumma yang jelas bukan mamaknya Yoseob ngasih kode ke kami pake kedua jari telunjuknya..yapsz..jam 11 maksudnya. Akhirnya karena belum buka kami masih sempat jalan2 daerah sekitar, ketemu apartment trus ada playgroundnya, akhirnya wanita2 ini menikmati masa kecil kurang bahagia sambil killing time.
Main2 di Playground, Gambar dari kamera Inge semua





Gak lama, kita balik lagi ke Restaurant tapi sebelumnya Inge sama Yeyen singgah ke toko Bakery buat beli kue untuk Orang tua nya Yoseob, gue juga kecipratan dibeliin roti isi kacang merah.matatih teman!!
Open!! Buka juga akhirnya, akhirnya kita pesan Mie yang dikasih Seafood, itu juga pesannya 1 porsi doankz buat gue sama Inge, pelajaran aja sih~ porsi orang korea ini gede2 gak cocok sama perutnya orang Indonesia, itu juga udah dimakan berdua tapi gak abis. Oia…di tengah2 kami lagi makan Bapaknya Yoseob datang, cakep!! Hehehehehe orangnya juga baik, Yeyen sempat foto bareng sama bapaknya, Si Inge yang gak entah mengapa. Bapaknya Yoseob sempat nanya ke Yeyen “datang dari mana?” pake bahasa korea cuma si Yeyen mungkin sanking takjubnya cuma cengo, alhasil beliau ngulang pertanyaan yang sama pake bahasa Inggris….weeeeeee jagoooo ya. Setelah ngasih kue, kami bertiga akhirnya pamit, Bapaknya Yoseob ngantar kami sampai pintu, asliiii baik bangetttt, sempat salaman juga, tangannya anget deh sumpah tiba2 keingatan Bapak sendiri hiks…! Sebelum keluar beliau bilang buat pakai coat trus dikancing soalnya diluar dingin banget..oooo…too twiiiiit~ yang sehat ya Pak, semoga panjang umur. (Update terakhir dari Yeyen, Restaurant ini udah tutup entah karena apa juga gue kurang jelas. Sayang bangeeettttzzzz)
Selanjutnya bergerak ke daerah Gangnam…kece yeeeee kesannya mau belanja2 mahal gitu hahahaha padahal maksudnya  buat ke agensi Kpop, SM (yang akhirnya gak jadi), JYP, Cube, dan JTune. Awalnya kami ke JTune camp terlebih dahulu, yup…yup…gue adalah fans MBLAQ dan kebetulan pada saat Winter 2013 gue sama adek yang juga A+ bawa kado buat mereka dan gue bertugas ngantar ke kantor JTune camp nya. Karena hari itu tepat hari minggu JTune camp nya tutup, melelahkan mana kita nyasar2, gak enak banget nyusahin teman2…sorry banget ya kawan. Pada akhirnya keesokan harinya gue kembali lagi ke JTune camp sendiri naik taxi, sedang Inge dan Yeyen nangkring manis di Cube café.
Ke Cube dan JYP??? Gampang, tinggal naek subway menuju Cheongdam Station (Line 7 ext 9) keluar dari ext 9 luruuuuuussss aja jangan kaget kalo jalannya gede2, namanya juga Chongdamdong, itu persis kayak di drama yang diperankan Moon Geun Yong, tempatnya orang2 kaya bersarang. Setelah lurus ntar ketemu Citibank mudah2an gak ganti Bank yaaaa, dari Citibank belok kanan deh, luruuuuuuuusss lagi ntar akhirannya ketemu Baskin Robins, sebelumnya ada jalan kecil kearah kiri, ikutin aja, belok kiri masuk sedikit nampaklah Cube Ent….jepret~ jepret~ udah puas foto jalan lurus lagi seeeeeeetttt…JYP Ent yowwww~ Di depan gedungnya JYP banyak anak2 muda pada nangkring sambil bawa kamera, sanking setianya menunggu…kali ada siapa yang lewat trus dijepret deh sama mereka. Strategis posisinya karena tepat di depan gedung JYP ada Dunkin Donuts, duduk manis deh para penggemar artis dibawah naungan JYP Ent, sambil stalking2, sambil nunggu2 manis seraya ngembat donat2 cantik. Oke lanjut…dr JYP ke kanan sedikit naaaaah itu ada nongkrong Cube café yang notabene juga Cube studio, sama dengan JYP, isinya ciwik2 cantik pada nungguin idolanya. Termasuk Inge sama Yeyen, lumayan beberapa jam nongkrong disitu pada ngeliyat Dongwoon Beast sama Changsub BTOB, meski gak bisa minta tanda tangan dan ngasih something ke mereka paling gak ketemu mereka langsung di Negara mereka merupakan sejarah hidup seorang anak Kpopers!
SM ent??? Kita sempat ngelewatin doank, itu juga entah gedung yang mana, yang jelas gedungnya gedeeeeeeeee banget, tulisannya sih gedung trainee, gedung dibungkus sama poster gede nya EXO ama Shinee. Jepret lah, lumayan buat di pamer di tanah air nanti hahahaha





JTune Camp ada di dalam Gedung NO 437 Lantai 5



Keesokan harinya kami bertiga menuju Namsan Tower…haseeeeeeeeek, akhirnya ngeliyat gembok2 yang selama ini Cuma diliyat di TV. Dari itinerary sih harusnya naik cable car (8500won pulang balik dan 6000won buat sekali jalan) buat kesononya tapi jangan kata cable car, dari subway terus kemana aja gue lupa. Kasarnya kita nyasarrrrrr~
Pas ngeliyat tangga menuju namsannya seneng, saljunya banyak, trus baca petunjuk kearah namsan makin excited, tangga2 kayunya kece parah, apalagi view di sekitarnya kayak lukisan doankz. Sibuk jeprat – jepret sambil naikin tangga kayu, trus akhirnya napak di tanah, belok kanan sesuai papan petunjuk. Dari sini…sebelah kanan kita udah jurang, kirinya ada tanaman dan restaurant yang pagi itu masih tutup. Si Yeyen nyeletuk nyariin cable car, gue dan Inge planga~ plongo nengok kanan kiri atas bawah gak nemu, jalan terus ngikutin orang2 yang kebanyakan udah tua, terkadang mereka senyum dengan kami. Gak lama ada suara kayak orang nimba aer di sumur pake system katrol, ngelengah lah 3 dara ini, kiri kanan, bawah dan atas…..yak….pause beberapa detik, itu suara cable car lagi jalan dan berada tepat diatas kami artinya, harapan buat ketemu station cable carnya sudah NOL, kecuali mau balik lagi ngerangkak ke bawah.
Jalan lurus sampai akhirnya kami ketemu bangunan cantik, sempat foto2 menghibur hati yang kesasar, kemudian melanjutkan perjalanan. Ketemu anak2 tangga dari kayu yang gak keliyatan ujungnya macam tembok cina. PR banget ini, satu demi satu, perlahan-lahan kami melangkah, nafas dah ngaph2an, kalo gak ngeliyat ujung puncak Namsan tower dari bawah mungkin bakalan nyerah. Baru kali ini gue kepanasan pas Winter, kaki gue kayak digosokin apa gitu biar bisa nyalain api, buseeeeeeetttt panas banget. Entah sudah berapa ratus anak tangga  nggak nyampe2 juga dan air minum gue udah habis. Sesekali istirahat, atur nafas lagi, minum lagi, lanjut lagi, istirahat lagi. Begitu aja terus sampe monyet punya belalai. Beberapa kali kami disalip sama orang2 tua yang lagi jalan kaki, maluuuuunyaaaaa huhuhuhu.

Penderitaan diawali dari tangga ini

Ketemu Jalan Raya trus mendaki lagi


Pemandangan indah di sisi kanan tangga naik

Sang Pasukan mulai kedinginan

Naik Terussssss

Nyaris sejam kali kami bertiga hiking, otot paha gue sampe mau meledak, kaki dah mau nyerah, cable car juga gak bisa di stop di tengah jalan, gak ada pilihan lain, jalan atau mati membusuk disitu. Semakin naik suara orang2 mulai kedengaran, mau nangis rasanya, tepat di belakang kami ada sepasang orang tua dan 2 anaknya ikut mendaki gila seperti kami dan hanya tertawa melihat kami ngos2an mau mati. Kalah euy sama anaknya~
Akhirnya orang2 yang bersuara itu keliyatan hidungnya, gak langsung naik kami dicegat mesin air minum yang nangkring tepat sebelum di area utama namsan tower. Beli minum maaaaaaak, haus….tenggorokan dah kering kayak habis makan daun kering. Setelah minum, ngatur nafas dan mengistirahatkan kaki akhirnya kami naik menuju area utama. Ada jajanan juga disitu, sejenis kentang yang di gulung2 tipis panjang itu, ada pizza juga, tapi karena masih pagi dianya tutup. Sampai diatas, rasanya mau sujud syukur, Indah banget….semua pemandangan dari atas semuanya cakep. Gembok2nya itu wow…..3 tahun disuruh ngitung gak kelar2, banyaaaaak banget. Sibuk pose sana-sini, kita mau ikutan masang gembok juga gak bisa alias gak mampu beli gemboknya, muaaahhaaaaall. Pokoknya kalo niat beli gembok, beli sebelum ke NTowernya deh, harganya beda jaoooooh.

Bangunan cantik ini ada di sisi kiri jalan pendakian


sang PRO~

View dari area utama Namsan Tower


Gembok banyaknya kayak beras

NTower






Gembok dimana-mana


Kita gak nyampe ke tower2nya gitu, mau ngapain juga gitu diatas, museum teddy bear? Sama kita juga gak masuk, dan update lagi niy ternyata museum teddy bear ud sirna, satu2nya tinggal di Jeju, monggo kalo pada mau ke Jeju.
Lapaaaaar….lapaaaaaarr, perut meronta2 minta makan, kelilinglah kami melihat situasi di daerah namsan tower, ternyata banyak tempat makan dan jajan kue + es krim. Lagi asyik2 jalan buseeeet, kita ngeliyat gambar udang sepiring sama omurice gitu, harganya juga masih rasional menurut gue. Masuklah kami, gue sama Inge pesan Omurice yang pake udang itu dan Yeyen mesen Sup Tahu, pas pesanan datang, wiiiiih cantik tampilannya, sayang pas di makan biasa aja, yang ngena di lidah cuman udangnya. Omurice? Gue sampe bingung, omurice itu bukan nasi goreng dibungkus telur dadar? Dibungkus telur dadar sih tapi nasinya gak ada rasanya sama sekali? Omurice itu nasi goreng bukan sih dalamnya??? *info kurang memadai*


Kenyang udah…foto2 udah..waktunya pulaaaaaaang, kita naik cable car kali ini. Kalo diitung2 rugi ye kalo sekali jalan bayar 6500won, saran gue kalo ke namsan tower beli ticket yang Round-trip aja lebih murah, kecuali pada mau nantang kekuatan otot betis masing2 gue gak ikutan yahuuuuuuu~ agak serem juga naik cable car pertama kalinya, ngeliyat ke bawah…huhuhuhu…penuh salju, tapi tingginya kanmaeeeeen, belum lagi diselingi bunyi krak~ krak~ uh…banyak2 baca doa.
Sampai di stasiun cable car kita langsung nyebrang buat pulang pake Bis, bukan pulang ding kita mau ke Apgujong, sssaaaaaahhh..keren ya, Apgujong, padahal niatnya mau ke Cube lagi buat beli Album Junhyung yang Flower itu karena kemaren belum ada, jadi mumpung di Seoul bela2in balik lagi yah sekalian gue ke JTune kan.
Bencanaaaa~ T-Money gue ilang, gag tau jatoh dimana padahal isinya masih banyak, celaka, mana di daerah namsan sepi penjual. Syukur Yeyen punya receh jadi dia yang bayarin bus gue, si sopir gak mau soalnya kalo kita bayar pake kembalian2 segala, jadi kalo naik bis harus uang pas!!!.
Sampai di daerah Apgujong, keliling2 nyari 7eleven (sevel), atau GS25 buat nyari T-money, gila..gak nemu lowh. Ini daerah terlalu elit apa sampe sevel aja gak punya? Apa gue yang kena apes pas berada di daerah yang memang gak ada sevel nya? Jangan sedih~ T-money boleh gak nemu, tapi ada kejadian “drama” lagi.
Pada saat nunggu Bis kita sempat salah halte, harusnya kita berada di sisi seberang, pantes Bis yang dtunggu gak datang2, But, akibat salah halte itu kita bertiga ketemu sama salah 1 member VIXX yaitu Leo……ukyaaaaaaa gag nyangka ya. Leo pake serba hitam dari kepala sampai kaki sampe ke tas2nya. Dia pake shawl hitam dilingkarin sampe nutupin bawah hidungnya, cuma bagaimanapun dia nutupin kita tetap tau, jangankan gue..Yeyen juga tau. Sayangnya waktu itu kita lambat ngeh, pengaruh dia pke nutup2in muka segala kita ragu dia apa bukan, taunya beneran dia…hissssshhh, next time kalo ketemu lagi langsung tangkap aja. Yapz….Apgujong, Gangnam memang surga buat fans2 kpop, karena di daerah itu memang markasnya mereka, gak cuma agensi, cafe2 dan toko2 brand bermerk semuanya berlokasi di daerah itu, so…ngeliyat Leo keluyuran bebas begitu di Apgujong bukan hal yang aneh. Sampai sekarang masih ingat tatapan Leo, macam drama2 korea gue ngeliyat dia kayak yang iya2nya minta dicipok, cengooooo, Nah dianya memang ngeliyat balik tapi semacam berpikir “ini manusia bukan” yg gitu deh..hina ya? Hahahaha~ awas aja smpe ktmu lagi~~~~
Selanjutnya Hongdae tempatnya nangkringnya Hongik university, kacau…kacau….selama di Subway gue bisa bayangin pasti ini daerah penuh mahasiswa2 kece, muka gue~ semoga gak hina2 amat berada di antara mereka. Ke Hongdae rencananya mau ke Hello Kitty café sama Trick Eye museum, tapi yang kejadian Trick Eyenya tok, HK Café nya gak tau dimana, pengaruh jalanan rame sekali, penuh sesak anak muda, mana penerangan jalan yang minimalis sekali di daerah Trick Eye jadinya pada nyerah.
Masuk Trick eye ntar dapat tiket buat ke Trick Ice nya sekalian, oia…semula sempat bingung pas nyari gedung Trick Eye, gue pikir di pinggir jalan trus depannya ada pajangan2 3 dimensi gitu, taunya, udah tempatnya sedikit mendaki, di bawah pulaaaaaa, rusak angan2. Jangan sedih!! Di dalamnya badaiiiiiii, sebelumnya kita ke Trick Ice dulu, alamak dinginnya…gak tau minus 4 apa lebih mungkin, syukur pakaian udah winter, bayangin kalo pada liburan musim panas trus masuk ke Trick Ice museum, wa’alaikumsalam.
Gambar3 yang ada di trick eye bagus2 semua dan lumayan banyak, kalo semua bagian mau diikuti lemak tubuh loe bakar terbakar banyak, itu lumayan banget, kita yang kedinginan malah keringatan gara2 kebanyakan gaya di dalam. Yang jelas harus pinter bergaya, sesuaikan dengan gambar yang dipilih, biar hasil fotonya bagus.
Dari Hongdae, gue dan Inge lanjut ke Myeongdong lagi, kenapa lagi karena malam sebelumnya sebenernya udah sempat ke Myeongdong bareng Yeyen tapi karena ada barang titipan yang ktinggalan alhasil kami berdua melanjutkan perjalanan ke Myeongdong dan Yeyen menjelajah Hongdae seorang diri.













Myeongdong di postingan selanjutnya yehet~~~~~

MALANG Gaiiisssss~_4 (END)

KAMPUNG JODIPAN / KAMPUNG WARNA WARNI Pagi terakhir di Malang, gue bangun dan Umi udah tergeletak di kasur di depan tv. Gue tanya Sri ...